“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Matius 5:17).

 Ketika Yesus menjelaskan sifat rohani dari hukum kepada orang-orang yang duduk di hadapan-Nya di sisi bukit, Ia sedang membukakan kepada mereka prinsip-prinsip hukum yang sama  yang Ia sendiri telah nyatakan berabad-abad sebelumnya kepada bangsa Israel dalam api yang menyala-nyala di Gunung Sinai. Ia meyakinkan para pendengar-Nya bahwa bukan maksud-Nya untuk menyisihkan sedikitpun ketentuan dari hukum. Prinsip-prinsip kebenaran yang tercakup dalam hukum tidak terubahkan seperti takhta Allah. Justru, Yesus datang untuk meninggikan hukum itu. Ia datang untuk “menggenapi” hukum itu, artinya “memenuhi” persyaratan hukum itu, memberikan kita teladan kesesuaian sempurna kepada kehendak Allah.

Kapan pun manusia memilih jalan mereka sendiri, mereka menempatkan diri menentang Allah. Mereka tidak akan mempunyai tempat dalam kerajaan surga itu sendiri. Sekalipun mereka yang mencoba menjadi pemelihara hukum bisa saja bertentangan dengan Allah. Suatu agama yang sah tidak cukup membawa jiwa selaras dengan Allah. Kebiasaan orang-orang Farisi yang keras, dan kaku, kurang merasakan kedalaman, kelembutan, atau kasih, hanya merupakan batu sandungan bagi orang-orang berdosa. Satu-satunya iman yang benar adalah yang “bekerja oleh kasih” (Galatia 5:6) untuk memurnikan jiwa. Ini seperti ragi yang mengubah tabiat.

 POKOK PIKIRAN: “Keadaan hidup yang kekal, dalam kasih karunia, adalah seperti keadaan di Eden – kebenaran yang sempurna, rukun dengan Allah, sesuai dengan prinsip-prinsip hukum-Nya. Standar tabiat yang ditunjukkan dalam Perjanjian Lama sama dengan yang ditunjukkan dalam Perjanjian Baru. Standar ini bukanlah standar yang tidak dapat kita capai. Dalam setiap komando atau perintah yang diberikan Allah terdapat suatu janji, komando yang … mendasar. Allah telah membuat ketentuan bahwa kita bisa menjadi seperti Dia, dan Dia akan meaksanakan hal ini bagi semua orang yang menghalangi kehendak jahat dan dengan demikian menggagalkan kasih karunia-Nya” (Khotbah Di Atas Bukit, hlm. 87).

 PELAJARAN HARI INI: Allah telah berjanji menaruh hukum-Nya ke dalam hati kita dan menuliskannya pada pikiran kita.

Ayat Hari Ini

Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu

Amsal 1:8

Kutipan Hari Ini

Kita sering harus tunduk dan menangis di kaki Yesus karena kekurangan kita dan kesalahan, kita tapi kita tidak perlu berkecil hati.

Ellen G. White - Step to Christ, hal 64

Apabila Anda merasa terberkati oleh pelayanan ini, dan ingin berpartisipasi melalui Donasi Anda, silahkan klik button di bawah ini.

Login Form



Alternative flash content

Requirements

Kirim Doa

Anda tidak sendirian di dunia ini. Ada saudara-saudara yang ingin berbagi untuk memikul beban bersama Anda. Sampaikan masalah Anda, dan tim doa ArtiHidupku.com akan bersatu hati dengan Anda untuk mendoakan masalah yang sedang Anda hadapi.

Pendaftar Baru

Yang Sedang Online

None

 Artihidupku
Page
 
Visit
Artihidupku
 

Alternative flash content

Requirements

Alternative flash content

Requirements

Advent TV